

**Bayangkan jika suatu hari…
tidak ada lagi yang datang mengajarkan Al-Qur’an di kampung-kampung pelosok.**
Tidak ada lagi yang membimbing anak-anak belajar membaca huruf hijaiyah.
Tidak ada lagi yang mengajarkan tata cara shalat dengan benar.
Tidak ada lagi yang menghidupkan majelis kecil di masjid-masjid desa.
Bukan karena umat tidak membutuhkan dakwah.
Tetapi karena
**para da’i terlalu sering berjuang sendirian.**
Padahal setiap pekan mereka menempuh perjalanan panjang.
Jalan berbatu.
Tanjakan perbukitan.
Tanah licin ketika hujan.
Kadang harus berjalan kaki.
Kadang menunggu tumpangan yang belum tentu datang.
Namun mereka tetap berangkat.
Bukan karena perjalanan itu mudah.
Tetapi karena di sebuah kampung kecil ada anak-anak yang menunggu guru mengaji.
Ada masyarakat yang menunggu seseorang yang bisa menjelaskan agama mereka.
Pertanyaannya sekarang bukan:
**apakah para da’i mau berjuang?**
Karena mereka sudah melakukannya.
Pertanyaan yang lebih dalam adalah:
**apakah kita sebagai umat sudah cukup menghargai perjuangan mereka?**
Allah memuliakan orang yang berdakwah. Allah berfirman:
**وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ**
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, beramal shalih, dan berkata: sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”
(QS. Fussilat: 33)
Ayat ini bukan sekadar pujian.
Ini adalah **penghormatan Allah kepada para pejuang dakwah.**
Namun sering kali perjuangan mereka terhambat oleh sesuatu yang sangat sederhana:
**tidak adanya kendaraan untuk menjangkau kampung-kampung tersebut.**
Padahal satu motor bisa mengubah banyak hal.
Satu motor bisa membawa seorang da’i ke puluhan kampung.
Satu motor bisa menghadirkan puluhan majelis ilmu.
Satu motor bisa membuat ratusan anak belajar Al-Qur’an.
Dan setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca…
Rasulullah ﷺ bersabda:
**مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ**
“Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.”
(HR. Muslim)
Artinya…
Ketika seorang da’i mengajarkan Al-Qur’an dan ada anak yang membaca:
**Alif… Lam… Mim…**
maka pahala itu bukan hanya untuk sang da’i.
**Pahala itu juga mengalir kepada orang-orang yang membantu perjalanan dakwahnya.**
Inilah kesempatan kita untuk tidak hanya menjadi penonton dakwah.
Tetapi **menjadi bagian dari orang-orang yang menggerakkannya.**
✨ Melalui program **Apresiasi Motor Untuk Da’i**,
Aksi Relawan Muslim mengajak kita semua membantu menghadirkan kendaraan operasional bagi para da’i yang berdakwah hingga pelosok.
Bukan sekadar motor.
Tetapi **kendaraan yang membawa cahaya ilmu ke tempat-tempat yang selama ini sulit dijangkau.**
💳 **Salurkan infaq terbaik Anda melalui:**
BSI **7620.7620.77**
a.n **Yayasan Aksi Relawan Muslim**
📱 Konfirmasi: **0857-1114-0486**
Mungkin kita tidak berjalan di jalan dakwah itu.
Mungkin kita tidak berdiri di mimbar.
Tetapi bisa jadi…
**kitalah yang menggerakkan roda perjalanan dakwah tersebut.**
Dan selama dakwah itu berjalan,
selama Al-Qur’an masih diajarkan,
selama ilmu masih diamalkan,
**pahala itu akan terus mengalir.**
#MotorUntukDai
#SedekahJariyah #DakwahHinggaPelosok #AksiRelawanMuslim #GerakanKebaikan
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik